//
you're reading...
peterpan

Review Album “Suara Lainnya” ariel, uki, lukman, reza, david


Selamat datang di taman langitku…

Taman di mana aku bisa mengikuti hati, dan tersenyum dengan sepenuh rasa….

Ehem, baiklah, kali ini saya akan me-review sebuah album dari sebuah band yang telah lama saya tunggu kembalinya nada-nada mereka di ruang musik Indonesia. Peterpan, siapa yang tidak mengenal satu band ini? Band yang sudah mampu mencetak prestasi begitu banyak, termasuk penjualan album terbanyak sepanjang sejarah musik Indonesia. Lagu yang ringan namun berisi, membuat telinga ini terus dimanjakan dan hati ini terus digerakkan oleh makna dari tiap lagu mereka.

Album ini adalah album instrumental dari Ex Peterpan, Ariel (Vocal, Acoustic Guitar), Uki (Guitar), Lukman (Lead Guitar), Reza (Drums, Percussion), dan David (Keyboard). Saat sang vocalist, Ariel, tersandung masalah hukum, yang membuat mereka menunda album terbaru (dengan nama baru) hingga 2 tahunan, nyatanya tak membuat mereka berhenti untuk berkarya. Justru dengan dorongan dari Ariel lah, album ini bisa terwujud. Suara lainnya membawa saya kembali bernostalgia dengan lagu-lagu klasik, dan cerita-cerita klasik saya yang selalu teringat saat mendengar lagu-lagu mereka. Hmz! :)

Langsung saja, berikut list-list lagu yang ada dan sedikit ulasan dari saya;

Di Atas Normal

“Ketika kita menyadari ada ketidakbenaran pada tindakan kita atas sesuatu yang berlaku, lalu kita mengatakan kepada diri kita sendiri ‘apa yang saya lakukan?’ seharusnya tidak begini, ini tidak normal”

Ada deskripsi yang menyertai tiap lagu di album ini, berusaha menjelaskan makna dari tiap-tiap lagu yang disajikan. Di Atas Normal adalah awal yang megah, dengan orkestra yang padat, dan sepertinya David sangat menikmati perannya di sini sebagai arranger. Dia menunjukkan kelincahan jari tangannya untuk memainkan scale-scale klasik yang dikembangkan dari melodi utama lagu Di Atas Normal.

Cobalah Mengerti

“Semanis-manisnya tujuan dari sebuah keegoisan pikiran, akan membutuhkan ketegasan yang konsisten, dan dibutuhkan pengertian yang berulang, dibutuhkan dua sisi yang senantiasa berjuang agar dapat dimengerti”

Momo “Geisha” menunjukkan kejernihan suara emasnya di lagu ini, hanya diiringi oleh permainan piano David dan gesekan String Cello Henry Lamiri, dan sedikit racikan manis nada gitar Lukman. Arransemen baru ini membuat lagu Cobalah Mengerti yang tadinya agresif menjadi super melankolis, dan berhasil membuat hati ini tenggelam bersama alunan suara Momo. Tipikal lagu melankolis tapi jauh dari kesan cengeng.

Kota Mati

“Perjalanan mundur ke masa lalu adalah lamunan yang panjang, manis atau pahitnya tahapan kenangan”

Seakan kenangan itu memang kembali, itulah yang saya rasakan saat mendengar lagu Kota Mati. Dulu, pertama kali  mendengar lagu ini, adalah masa-masa pertama di kota yang asing dan baru, Bandung. Mendengarkan lagu ini, memunculkan nuansa nostalgia yang begitu dalam bagi saya. Porsi lebih banyak di piano David, dengan iringan petikan gitar, dan satu line melodi gitar yang ada di bagian akhir lagu. Lagu ini mengajak kita untuk “melamun” dan mengenang masa lalu, tentang sebuah kota, atau keadaan.

Sahabat

“Persahabatan, selalu sebuah pengertian, dan tanggung jawab dan tidak pernah menjadi sebuah kesempatan, setidaknya begitu yang saya dengar. Yang pergi dan yang menetap akan selalu di hati”

Angker! Karinding Attack membuat lagu ini sangat angker dan mistis. Suara suling yang dimainkan salah satu pemain Karinding memainkan line melodi lagu utama sahabat dan terasa sangat pas, alat musik lain yang disebut “Celempung” juga membuat nuansa etnik dan tradisionalnya amat terasa. Akan tetapi, di sisi lain, drum elektrik Reza, synthesizer David, line bass Ihsan (Additional Player), gitar akustik Lukman dan Uki, ngasih kesan yang teramat modern. Kombinasi yang indah!

Walau Habis Terang

“Drama Cinta akan selalu menghiasi kehidupan manusia, dan kekuatan cinta yang sangat besar dapat menerangi hati yang meredup dari sebuah dilema perpisahan yang tulus”

Lagu ini dibawakan dengan komposisi yang amat ringan dan cenderung jazzy, hanya piano, permainan drums sederhana, dan guitar clean yang mengiringi. Terlalu menikmati sentuhan minimalis lagu ini, tanpa sadar bibir ini ikut bergumam lirik Walau Habis Terang, hingga lagu berakhir. Manis!

Di Belakangku

“Pahitnya sebuah pengkhianatan adalah panas api dalam kekecewaan dan dingin yang menusuk dalam kesedihan, tidak cukup sekedar air mata”

Aransemen lagu ini membawa kita ke Timur Tengah. Petikan gitar Uki dan line melodi dari Lukman diiringi suling Karinding Attack dan string dari David membuat kita “menari” di atas gurun keringnya hati atas sebuah pengkhianatan. Saya pribadi menyukai aransemen ini, apalagi di bagian tengahnya ada sedikit improvisasi scale Arabic favorit saya. Feel different from the original piece!

Melawan Dunia

“Memperjuangkan masa depan yang belum terjadi adalah milik masa muda yang kerap bertentangan dengan kaum yang sudah-sudah, mimpi adalah kekuatannya, dan tidak akan pernah terlihat oleh mata mereka yang tidak bisa bermimpi”

Rock On!! Barulah di sini saya mendengar ada gitar listrik yang dimainkan dengan full overdrive! Diawali dengan sedikit solo, lagu ini ditambah dengan komposisi melodi baru dengan iringan drum dan string yang “nendang!” Benar-benar mengajak kita untuk melawan dunia!

Langit Tak Mendengar

“Ide tentang kehidupan adalah sebuah pertanyaan tanpa ujung, dan kehidupan ini terdapat lebih banyak pertanyaan dari pada jawaban”

Ini adalah lagu favorit saya. Aransemen lagu ini menempatkan gitar sebagai lead, walaupun nada lagu utama tetap dimainkan dengan piano. Lukman dan Uki bergantian mengisi part gitar di lagu ini. Sementara Reza bermain perkusi akustik (mungkin sejenis Conga), David memainkan melodi vokal dengan pianonya. Ringan, hampir mirip dengan komposisi Walau Habis Terang, hanya saja porsi gitarnya jauh lebih banyak.

Taman Langit

“Dalam kesendirianku kuhabiskan waktuku di dalam kepalaku”

Merinding… Benar-benar merinding… Suara Violin Idris Sardi dan suara Cello Henry Lamiri membuat telinga ini benar-benar tersayat. Lagu taman langit yang aransemen aslinya adalah pop, menjadi klasik dan menghanyutkan. Mengingatkan kita akan lagu perjuangan jaman dulu. Hanya David yang mengiringi mereka dengan pianonyasebagai rhythm section kedua musisi senior itu. It really touch the heart!

Bintang Di Surga

“Berjalanlah kau terus, lalu kau temui dirimu memiliki semua yang kau inginkan tapi bukan yang kau butuhkan, jangan menangis. Mencarilah kau terus, lalu kau temui sebuah misteri yang disebut Tuhan

Song of My Life! Lagu inilah yang membuat saya menyukai musik, menyukai gitar dan menyukai Peterpan tentunya. Bagi saya, lagu ini menyentuh secara spiritual dilihat dari liriknya. Lagu ini menceritakan tentang pencarian manusia akan cinta sejati, yang walaupun (akan) dia dapatkan di dunia, namun pada akhirnya tak pernah membuatnya tenang. Hanyalah cinta dari “Bintang” di surga-lah yang bisa memberikan kedamaian abadi. Aransemennya sangat megah, saya tidak terlalu mendengar ada suara gitar di lagu ini, tapi untuk drummer Reza, dia sangat all out! Mungkin lagu ini memang buat Reza unjuk gigi. Orkestranya apik, dan membuat saya makin terhanyut makna, lagu yang amat tepat sebagai penutup.

Dara (bonus track)

Ini adalah lagu yang diciptakan Ariel dari balik jeruji. menurut saya, lirik lagu ini sangat positif, memberi semangat dan support untuk setiap orang yang dikasihi, yang telah menunggu dengan lelah akan kembalinya sinar saat mereka bisa kembali berdua. Romantis! Mungkin lagu ini bisa ditujukan kepada siapa aja, tapi mungkin ini adalah persembahan Ariel, rasa terima kasih Ariel, kepada orang-orang yang masih percaya padanya walau dia sedang jatuh.

Kesimpulannya? EARGASM!!

Saya tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa mereka akan membuat album instrumental seperti ini, dan hasilnya memang sangat memuaskan! Saya, sebagai fans mereka, standing applause! Dan pasti, saya akan terus menjadi fans mereka, apapun nama mereka nantinya. Dan sekali lagi, saya menunggu dengan sabar album baru (yang benar-benar baru) berikutnya, menantikan rangkaian lirik nan indah yang terbalut dalam rajutan melodi yang mereka persembahkan terbaik untuk para Sahabat (atau sekarang disebut Feather Friends)

Ini adalah review album versi saya, so pasti subyektif… tapi percaya deh, siapapun akan setuju kalau album ini memang luar biasa!

Bangkitlah Ariel, UKi, Lukman, Reza, dan David!

source : http://crazydylus.wordpress.com/tag/review-album-suara-lainnya/

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

Biografi Nama Joko Widodo mulai menjadi sorotan ketika terpilih menjadi Walikota Surakarta....... Baca selengkapnya »

Profil Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dengan nama Ahok adalah politikus asal Belitung ....... Baca selengkapnya »

Profil Chirul Tanjung (CT) adalah konglomerat Indonesia yang namanya berada di urutan 937 dari 1000 orang terkaya di dunia....... Baca selengkapnya »

Profil Dahlan Iskan lahir di Magetan pada tanggal 17 Agustus 1951....... Baca selengkapnya »

Blog Stats

  • 77,365 hits

Categories

translator

English Chinese Spain Germany

LIKE # Dapatkan Berita Terupdate

pagerank

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Page Rank Checker
SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Join 11 other followers

SITE STATS

onesetia82
%d bloggers like this: